Teknologi di era society 5.0 memberikan peluang besar untuk memajukan berbagai bidang, termasuk syiar agama Islam. Dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan memakmurkan masjid. Namun, generasi muda kurang terlibat dalam kegiatan masjid karena minimnya informasi yang tersedia dan pendekatan yang kurang modern. Oleh karena itu, diperlukan solusi berupa aplikasi yang dapat menjadi wadah informasi kegiatan masjid dan menarik minat generasi muda.
Goals and Benefits
Goals:
Meningkatkan ketertarikan dan kreativitas remaja dalam kegiatan masjid.
Mengajak generasi milenial untuk memajukan masjid.
Menjadikan masjid pusat berbagai kegiatan positif
Benefits:
Memudahkan penyampaian informasi kegiatan masjid.
Menghidupkan suasana masjid dan menyebarkan kebaikan.
Mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan dakwah masjid.
Creation/Development Method
Design Thinking
Empathy:
Mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui wawancara, misalnya dengan generasi muda dan tokoh agama.
Define:
Meringkas kebutuhan pengguna dalam user persona.
Ideate:
Menghasilkan ide dan solusi berdasarkan wawancara.
Prototype:
Low Fidelity: Konsep dasar desain hitam putih untuk memudahkan pengguna.
High Fidelity: Desain berwarna yang lebih matang dengan ikon dan fitur terhubung antar halaman.
Menguji prototipe kepada calon pengguna untuk mendapatkan umpan balik.
Scoping:
Menentukan target pengguna (generasi milenial, DKM, masyarakat sekitar masjid) dan lokasi (masjid terdekat).
Information Architecture:
Merancang alur informasi untuk mempermudah pengembangan desain dan fitur aplikasi.
User Flow:
Menggambarkan langkah-langkah interaksi pengguna dengan aplikasi, termasuk kemungkinan cabang interaksi (if-else).
Key Features
Homepage:
Menyediakan fitur cari masjid, jadwal sholat, donasi, zakat, relawan, kontak DKM, dan tampilan interior dan eksterior masjid 360°.
Kalender Kegiatan:
Menampilkan jadwal kegiatan masjid dan pengingat aktivitas pengguna.
Kalkulator:
Menghitung zakat dan warisan secara otomatis berdasarkan data input, kemudian dapat langsung disalurkan pada masjid yang dipilih.
Akun:
Fitur untuk profil pengguna dan pengelolaan data pribadi.
Results
Tampilan Prototipe:
Desain UI/UX sudah sesuai dengan kebutuhan target pengguna dengan konsep yang sederhana, modern, dan mudah dipahami.
Feedback Pengguna:
Uji coba pada pengguna menunjukkan bahwa aplikasi memudahkan akses informasi kegiatan masjid. Namun, beberapa pengguna mengusulkan penyederhanaan antarmuka untuk fitur tertentu, seperti kalkulator zakat.
Evaluasi Fitur:
Fitur-fitur utama berhasil diuji dan dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan pengguna terhadap kegiatan masjid, terutama generasi milenial.
Conclusions and Suggestions
Kesimpulan:
Pengembangan aplikasi maMasjid menunjukkan potensi besar dalam memanfaatkan teknologi untuk memakmurkan masjid dan melibatkan generasi milenial dalam kegiatan masjid. Fitur-fitur utama, seperti informasi kegiatan, kalkulator zakat, dan integrasi dengan DKM, terbukti membantu menghubungkan pengguna dengan masjid secara modern dan efisien.
Saran:
Memperluas cakupan fitur, seperti penambahan modul edukasi islami berbasis video atau audio.
Menambahkan opsi untuk personalisasi tampilan aplikasi agar lebih menarik bagi generasi muda.
Mengintegrasikan aplikasi dengan platform media sosial untuk memaksimalkan jangkauan syiar.